Sebelum Terjadi Tsunami Banten, Warga Lihat Air Laut Surut Sejauh 20 Meter

PERISTIWA – Seorang saksi bernama Dori (35), warga Desa Sukarame, Pandeglang, Banten, melihat air laut tiba-tiba surut sampai 20 meter.

Awalnya malam itu adem, sepi, enggak ada apa-apa. Enggak ada angin tiba-tiba air itu kering mas, narik ke tengah, jarak kering (dari bibir pantai) itu 15 sampai 20 meter, soalnya kering banget,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (24/12).

Usai beberapa menit, ombak tinggi datang disertai suara gemuruh. “Awalnya kering lalu ada ombak pertama lima sampai tujuh meter ke darat. Yang lebih parah kedua 15 sampai 17 meter. Jarak pertama kedua itu cuma dua menit enggak terlalu lama,” ujarnya.

Saat itu, dia berteriak dan berusaha membangunkan warga untuk berlari menjauhi pantai menuju ke area ketinggian.

“Masyarakat ke paling tinggi ke gunung-gunung, sudah enggak pikir kendaraan, enggak pikir apa-apa lari semua. Ombak itu pukul sembilan malam ya kalau enggak salah,” pungkasnya.